SELAMAT TINGGAL PUJAAN
kelesuan jerit biola
menelungkupkan kesunyian
dalam sebuah ceriat sembunyi
di sini, aku terus membongkar gelap
hari-hari kitakah itu yang merayap
meresapi dindingdinding kamar?
sementara gerimis semakin keras
memanggil dan mengikat dingin
dan gelap
lewat ketajaman luka
kenangan yang bergugur
anakan aku rangkai
menjadi bulan baja
(Padukowan, 28/05/2005)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar